7 Selebriti Dunia Dorong Anak Belajar Coding Sejak Dini
7 Selebriti Dunia Dorong Anak Belajar Coding Sejak Dini
Will.i.am pernah bilang bahwa coding adalah bahasa baru yang harus dikuasai generasi mendatang — dan pernyataan itu ia buktikan bukan sekadar ucapan. Di 2026, gerakan mendorong anak belajar coding sejak dini bukan lagi sekadar tren teknologi. Ini sudah menjadi pergerakan budaya yang didorong oleh nama-nama besar dari dunia hiburan, olahraga, hingga musik.
Menariknya, keterlibatan para selebriti ini bukan sekadar endorse berbayar. Banyak dari mereka yang benar-benar mendanai program, tampil langsung di kampanye edukasi, atau bahkan mengajarkan anak-anak mereka sendiri dasar-dasar pemrograman sejak usia sangat muda. Pengaruh mereka terbukti menggerakkan jutaan keluarga di seluruh dunia untuk mulai mempertimbangkan coding sebagai skill anak yang setara dengan membaca dan berhitung.
Jadi, siapa saja selebriti dunia yang paling vokal dan aktif dalam mendorong anak belajar coding? Berikut tujuh nama yang wajib Anda kenal.
Selebriti Dunia yang Aktif Dorong Anak Belajar Coding Sejak Usia Dini
1. Will.i.am — Musisi yang Jadi Ambassador Code.org
Will.i.am dari Black Eyed Peas adalah salah satu wajah paling ikonik di kampanye Hour of Code yang diinisiasi oleh Code.org. Ia secara konsisten menyampaikan bahwa belajar coding sejak dini adalah kunci untuk membuka peluang ekonomi, terutama bagi anak-anak dari komunitas yang kurang terwakili di industri teknologi. Ia juga mendirikan yayasan i.am.angel Foundation yang memiliki program beasiswa STEM untuk pelajar di Los Angeles.
2. Ashton Kutcher — Aktor Sekaligus Investor Teknologi
Ashton Kutcher dikenal bukan hanya sebagai aktor, tapi juga sebagai investor teknologi yang tajam. Ia secara terbuka mendukung program coding untuk anak-anak dan remaja, serta aktif berbicara di forum-forum pendidikan soal pentingnya literasi digital sejak SD. Bagi Kutcher, memahami cara kerja teknologi adalah bekal hidup yang tidak bisa ditunda.
Nama-Nama Besar Lain yang Ikut Menggerakkan Gerakan Coding Anak
3. Shakira — Pendidikan Lewat Yayasan Barefoot Foundation
Shakira mungkin lebih dikenal dengan musik latin-nya, tapi kontribusinya di bidang pendidikan anak sangat serius. Melalui Barefoot Foundation, ia mendukung program STEM dan coding di sekolah-sekolah Amerika Latin. Ia percaya bahwa anak-anak di negara berkembang pun berhak mendapat akses yang sama terhadap pendidikan teknologi berkualitas.
4. Chris Paul — Bintang NBA yang Peduli Literasi Digital
Chris Paul, pemain NBA legendaris, bergabung dengan kampanye Code.org dan tampil dalam video pembelajaran coding yang ditonton jutaan anak di seluruh dunia. Pesannya sederhana: coding bukan hanya untuk orang-orang di Silicon Valley. Keterlibatannya terbukti menarik minat anak-anak dari komunitas kulit hitam untuk lebih berani menjajal dunia pemrograman.
5. Karlie Kloss — Supermodel yang Mendirikan Kode With Klossy
Karlie Kloss membuktikan bahwa kecantikan dan kecerdasan teknologi bisa berjalan beriringan. Ia mendirikan Kode With Klossy, sebuah program kamp coding gratis untuk remaja perempuan di Amerika Serikat. Sejak diluncurkan, program ini telah menjangkau ribuan siswi dan melahirkan banyak pengembang muda berbakat.
6. Barack Obama — Pemimpin yang Jadi Simbol Gerakan Hour of Code
Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang menulis baris kode secara publik, dan momen itu viral di seluruh dunia. Ia mendorong anak-anak Amerika — bahkan secara global — untuk tidak takut mencoba coding. Pesannya yang terkenal: “Don’t just play on your phone, program it.”
7. Serena Williams — Juara Tenis yang Investasi di Dunia Teknologi Anak
Serena Williams tidak hanya mendominasi lapangan tenis, tapi juga aktif berinvestasi di startup teknologi pendidikan. Ia terlibat dalam berbagai inisiatif STEM yang menyasar anak-anak perempuan, mendorong mereka untuk tidak membatasi diri hanya pada dunia olahraga atau seni, melainkan juga menjelajahi dunia coding dan pemrograman.
Kesimpulan
Tujuh selebriti di atas membuktikan bahwa mendorong anak belajar coding sejak dini bukan hanya tanggung jawab guru atau orang tua berlatar belakang teknologi. Ketika tokoh-tokoh yang diidolakan jutaan orang bicara soal literasi digital, pesannya menjangkau sudut-sudut dunia yang tidak bisa dijangkau kurikulum sekolah biasa.
Di 2026, coding sudah semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Kalau para selebriti kelas dunia ini bisa meluangkan platform mereka untuk mendukung gerakan ini, mungkin inilah saat yang tepat bagi kita untuk mulai bertanya: sudah sejauh mana anak di sekitar kita mengenal dunia pemrograman?
FAQ
Mengapa selebriti mendukung program coding untuk anak-anak?
Banyak selebriti melihat coding sebagai keterampilan masa depan yang krusial. Mereka menggunakan platform dan pengaruh publik mereka untuk mendekatkan anak-anak dari berbagai latar belakang dengan dunia teknologi, terutama kelompok yang selama ini kurang terwakili di industri ini.
Apa itu Kode With Klossy yang didirikan Karlie Kloss?
Kode With Klossy adalah program kamp coding gratis yang didirikan oleh supermodel Karlie Kloss, khusus untuk remaja perempuan di Amerika Serikat. Program ini bertujuan menutup kesenjangan gender di dunia teknologi dengan memberikan akses belajar coding secara langsung dan gratis.
Pada usia berapa anak sebaiknya mulai belajar coding?
Banyak ahli pendidikan dan teknologi merekomendasikan anak mulai dikenalkan dengan konsep dasar coding sejak usia 5–7 tahun melalui permainan berbasis logika. Di usia 8–10 tahun, anak sudah bisa mulai belajar platform coding visual seperti Scratch sebelum beralih ke bahasa pemrograman yang lebih kompleks.


